Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Bima Sejati
"Jika memang sudah menjadi tekad dan takdirmu, sekarang juga berangkatlah anakku, Bima. Mumpung hari belum pagi. Carilah Tirta Pawitrasari. Air keramat yang telah diperebutkan dewa-dewa pada masa awal purwacarita jagad pewayangan ini."
Bima yang didera kegelisahan tentang hidupnya ini, kemudian diperintahkan oleh gurunya mencari Tirta Pawitrasaridengan menyelam mengarungi samudra selatan yang berombak ganas. Di sana, Bima bertemu batara Ruci.
Setelah meresapi makna Tirta Pawitrasari, Bima yang telaqh menjadi resi bergelar Resi Senalodra mengajarkan nilmu kesejatian hidup. Penduduk Djawa Dipa yang tengan dilanda zaman kesusahan sangat antusias mendalami ilmu tersebut. Kegiatan Senalodra yang mengajarkan ilmu kesejatian hidup membuat iri Batara Guru. Ia menganggap Senalodra membuat manusia melupakan para dewa.
Di sisi lain, kewiobaan para dewa kian redupseiring tindakan mereka yang semakin tidak mempedulikan manusia, Bahkan para dewamendapat serangan dari raja raksasa, Prabu Karungkala.
Sungguh , Perjalanan Bima yang pebuh rintangan dalam mencari Tirta Pawitrasari, air kehidupan, sangat menarikm untuk disimak. Sebuah proses yang mengetarkan spiritual yang blayak anda resapi.
Ketersediaan
| 4181/SMKN7/13/C.1 | 813 Kre b | Perpustakaan SMK N 7 (800) | Tersedia |
| 4181/SMKN7/13/C.2 | 813 Kre b | Perpustakaan SMK N 7 (800) | Tersedia |
| 4181/SMKN7/13/C.3 | 813 Kre b | Perpustakaan SMK N 7 (800) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 Kre b
|
| Penerbit | Diva Press : yogyakarta., 2012 |
| Deskripsi Fisik |
326hlm; 23,5cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-602-7663-05-3
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
text
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






