Detail Cantuman
Advanced SearchText
La Galigo : Napak Tilas Manusia Pertama di Kerajaan Bumi
" La Galigo adalah karya sastra terpanjang dan terbesar di dunia yang setara dengan kitab Mahabharata dan Ramayana dari India serta sajak-sajak Homerus dari Yunani," ungkap R.A. Kern.
Bahkan tidak tanggung-tanggung, sejarawan dan ilmuwan Belanda, Sirtjof Koolhof, emnyebutnya sebagai karya sastra terpanjang di dunia, yang terdiri atas 300.000 baris, mengalahkan Mahabharata dan yang lain.
Diceritakan bahwa dahulu kala, Kerajaan Bumi hanyalah tanah kosong yang benar-benar tak berpenghuni. Lalu, sang Dewata (sang Pototoqe) segera memutuskan bahwa kerajaan tersebut tidak bisa dibiarkan terlalu lama kosong. Manusia harus diturunkan untuk menyuburkannya dan tentu saja menyembahnya !
Maka dipilihlah sang putra sulungnya untuk menjadi manusia pertama yang menghuni bumi. Dialah yang kemudian menjelma menjadi Batara Guru.
Tidaklah mudah menjadi penguasa di Bumi, meski sang manusia titisan Dewata tersebut bisa saja meminta bantuan Langit untuk mempermudah tugasnya. Tapi, sang Dewata mengharuskannya untuk berusaha sebelum pasrah. Disinilah, ujian-ujian kehidupan mulai menerpanya. Dia terpaksa untuk melewati berbagai rintangan hingga sampailah dia pada titik dimana sang Dewata mengizinkan Batara Guru memiliki pendamping hidup.
Lantas bagaimana kehidupannya kemudian ?
Ketersediaan
| 4194/SMKN7/13/C.1 | 297.436 Abd t | Perpustakaan SMK N 7 (800) | Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada2023-11-29) |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 Rah I C.1
|
| Penerbit | Diva Press : yogyakarta., 2012 |
| Deskripsi Fisik |
374hlm; 23,5cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-602-191-152-5
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
text
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
volume
|
| Edisi |
1
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Dul Abdul Rahman
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






